Senin, 09 Oktober 2017

Tugas Softskill - SIP

ARTIKEL INFORMASI DAN SISTEM
Pengertian Informasi           :
Menurut Jogiyanto (2005) informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang berguna untuk para pengambil keputusan.
Menurut Alamsyah (2005) informasi adalah data yang telah diolah dengan cara tertentu sesuai dengan bentuk yang diperlukan.
Selain itu, menurut Bodnar & Hopwood (2000) informasi merupakan data yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat dan benar.
Begitu pula menurut Sutabri (2012) informasi adalah data yang diolah dan diinterpretasikan untuk mengambil sebuah keputusan.
Berdasarkan pengertian menurut tokoh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa informasi adalah hasil pengolahan data yang diolah dengan cara tertentu lalu diinterpretasikan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan.
Pengertian Sistem    :
            Menurut Gaol (2008) sistem adalah hubungan satu unit dengan unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Selain itu, menurut Jogiyanto (2005) sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Sedangkan menurut Poerwadarminta (2003) sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berupa alat dan lain sebagainya, yang bekerja sama untuk melaksanakan tujuan tertentu.
Berdasarkan pengertian beberapa tokoh tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang menyatu secara kompleks dan rapi untuk melakukan kegiatan guna mencapai tujuan tertentu.
SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
            Menurut Chr. Jimmy L. Gaol (2008) sistem informasi psikologi bertujuan mendapatkan pemahaman bagaimana manusia pembuat keputusan merasa dan menggunakan informasi formal.
            Sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan psikologi yang dapat bermanfaat bagi penggunanya. Contohnya adalah pengaplikasian SIP dalam kehidupan yaitu penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).
            Berdasarkan pengertian istilah-istilah diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat kombinasi dari manusia dan teknologi yang dimaksudkan mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.








KOGNITIF MANUSIA
Artikel Arsitektur Komputer
Sebelum kita mengetahui apa definisi dari arsitektur komputer, mari kita bahas sedikit tentang evolusi arsitektur.
Evolusi Arsitektur
Di antara demikian banyak pemahaman tentang arsitektur, arsitektur dikenal juga sebagai suatu tradisi yang berkembang. Dari waktu ke waktu wajah arsitektur selalu mengalami perubahan. Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan dan pengembangan arsitektur tidak hanya berupa keadaan eksternal, tetapi juga keadaan internal. Dsini kita membahas mengenai evolusi arsitektur pada komputer. Arsitektur dari komputer sendiri merupakan suatu susuan tau rancangan dari komputer tersebut sehingga membentuk suatukesatuan yang dinamakan komputer. Komputer sendiri berevolusi dengan cepat mulai dari generasi pertama hingga sekarang. Evolusi sendiri didasarkan pada fungsi atau kegunaanya dalam kehidupan. Evolusi pada komputer sendiri ada karena keinginan atau hal yang dibutuhkan manusia itu sendiri. Sekarang ini komputer sudah dapat melakaukan perintah yang sulit sekalipun tidak seperti dulu yang hanya bisa melakukan yang sederhana saja. Itulah yang dinamakan evolusi arsitektur yaitu perubahan bentuk juga fungsi dan kemampuannya.
Sampai saat ini komputer sendiri sudah mengalami perubahan dari model awalnya, walaupun begitu semua komputer memiliki arsitektur dasar yang sama. Skema komputer (computer schema), adalah diagram yang menggambarkan unit-unit dasar yang terdapat dalam semua sistem komputer.
Berikut gambaran skema komputer:

Definisi Arsitektur Komputer
Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache,RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll.
Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya. Arsitektur komputer sendiri mempelajari atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer dan memiliki dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program.
Berikut contoh atribut arsitektural komputer:
·         Set instruksi,
·         Jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan bermacam-macam jenis data (misal bilangan, karakter),
·         Aritmetika yang digunakan,
·         Teknik pengalamatan,
·         Mekanisme I/O.Arsitektur
Arsitektur komputer ini paling tidak mengandung 3 sub-kategori:
·         Set instruksi (ISA)
·         Arsitektur mikro dari ISA, dan
·         Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer ini.
Tingkatan Dalam Arsitektur Komputer
Ada sejumlah tingkatan dalam konstruksi dan organisasi sistem komputer. Perbedaan paling sederhana diantara tingkatan tersebut adalah perbedaan antara hardware dan software.
·         Tingkatan Dasar Arsitektur Komputer
Pada tingkatan ini Hardware sebagai tingkatan komputer yang paling bawah dan paling dasar, dimana pada hardware ini “layer” software ditambahkan. Software tersebut berada di atas hardware, menggunakannya dan mengontrolnya. Hardarwe ini mendukung software dengan memberikan atau menyediakan operasi yang diperlukan software
·         Multilayerd Machine
Tingkatan dasar arsitektur komputer kemudian dikembangkan dengan memandang sistem komputer keseluruhan sebagai “multilayered machine” yang terdiri dari beberapa layer software di atas beberapa layer hardware. Berikut tingkatan layer tersebut :
 a.      Physical  Device Layer
Merupakan komponen elektrik dan elektronik yang sangat penting
b.      Digital Logic Layer
Elemen pada tingkatan ini dapat menyimpan,memanipulasi, dan mentransmisi data dalam bentuk represeotasi biner sederhana.
c.       Microprogrammed Layer
Menginterprestasikan instruksi bahasa mesin dari layer mesin dan secara langsung menyebabkan elemen logika digital menjalankan operasi yang dikehendaki. Maka sebenarnya ia adalah prosesor inner yang sangat mendasar dan dikendalikan oleh instruksi program kontrol primitifnya sendiri  yang disangga dalam ROM innernya sendiri. Instruksi program ini disebut mikrokode dan program kontrolnya disebut mikroprogram.
d.      Machine Layer
Adalah tingkatam yang paling bawah dimana program dapat dituliskan dan memang hanya instruksi  bahasa mesin yang dapat diinterprestasikan secara langsung oleh hardware.
e.       Operating System Layer
Mengontrol cara yang dilakukan oleh semua software dalam menggunakan hardware yang mendasari (underlying) dan juga menyembunyikan kompleksitas hardware dari software lain dengan cara memberikan fasilitasnya sendiri yang memungkinkan softwaremenggunakan hardware tersebut secara lebih mudah.
f.        Higher Order Software Layer
Mencakup semua program dalam bahasa selain bahasa mesin yang memerlukan penerjemahan ke dalam kode mesin sebelum mereka dapat dijalankan. Ketika diterjemahkan program seperti itu akan mengandalkan pada fasilitas sistem operasi yang mendasari maupun instruksi-instruksi mesin mereka sendiri.
g.      Applications Layer
Adalah bahasa komputer seperti yang dilihat oleh end-user.
Definisi Kognisi Manusia
Kata kognisi berasal dari Istilah Latin: cognoscere, “tahu”, “untuk konsep” atau “mengenali” mengacu pada kegiatan untuk memproses informasi, menerapkan pengetahuan, dan perubahan preferensi. Kemudian kognisi dapat didefinisikan sebagai proses bagaimana manusia melihat, mengingat, belajar dan berpikir tentang informasi. Penggunaan istilah bervariasi di berbagai disiplin ilmu, misalnya dalam psikologi dan ilmu kognitif, biasanya mengacu pada pandangan pengolahan informasi fungsi psikologis individu. Selain definisi tadi, ada definisi lain tentang kognisi yaitu kognisi adalah sesuatu yang dipercaya dapat mempengaruhi sikap kemudian mempengaruhi perilaku atau tindakan mereka terhadap sesuatu, Kemudian berkembang menjadi kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalahpsikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan.
Kognisi, atau proses kognitif, bisa alami atau buatan, sadar atau tidak sadar. Proses ini dianalisis dari perspektif yang berbeda dalam konteks yang berbeda, terutama di bidang linguistik, anestesi, neurologi, psikologi, filsafat, antropologi, systemics, ilmu komputer dan keyakinan. Dalam psikologi atau filsafat, konsep kognisi terkait erat dengan konsep-konsep abstrak seperti pikiran, kecerdasan, kognisi digunakan untuk merujuk pada fungsi mental, proses mental (pikiran) dan negara-negara entitas cerdas (manusia, organisasi manusia, mesin yang sangat otonom dan buatan kecerdasan).
Fungsi-fungsi kognitif
·         Atensi dan kesadaran
Atensi adalah pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan dan proses kognitif lainnya. Atensi terbagi menjadi atensi terpilih (selective attention)dan atensi terbagi (divided attention). Kesadaran meliputi perasaan sadar maupun hal yang disadari yang mungkin merupakan fokus dari atensi.
·         Persepsi
Persepsi adalah rangkaian proses pada saat mengenali, mengatur dan memahami sensasi dari panca indera yang diterima dari rangsang lingkungan. Dalam kognisi rangsang visual memegang peranan penting dalam membentuk persepsi. Proses kognif biasanya dimulai dari persepsi yang menyediakan data untuk diolah oleh kognisi.
·         Ingatan
Ingatan adalah saat manusia mempertahankan dan menggambarkan pengalaman masa lalunya dan menggunakan hal tersebut sebagai sumber informasi saat ini. Proses dari mengingat adalah menyimpan suatu informasi, mempertahankan dan memanggil kembali informasi tersebut. Ingatan terbagi dua menjadi ingatan implisit dan eksplisit. Proses tradisional dari mengingat melalui pendataan penginderaan, ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.
·         Bahasa
Bahasa adalah menggunakan pemahaman terhadap kombinasi kata dengan tujuan untuk berkomunikasi. Adanya bahasa membantu manusia untuk berkomunikasi dan menggunakan simbol untuk berpikir hal-hal yang abstrak dan tidak diperoleh melalui penginderaan. Dalam mempelajari interaksi pemikiran manusia dan bahasa dikembangkanlah cabang ilmu psikolinguistik
·         Pemecahan masalah dan kreativitas
Pemecahan masalah adalah upaya untuk mengatasi hambatan yang menghalangi terselesaikannya suatu masalah atau tugas. Upaya ini melibatkan proses kreativitas yang menghasilkan suatu jalan penyelesaian masalah yang orisinil dan berguna.
          Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya).
Arsitektur komputer adalah Perangkat keras merupakan perangkat elektronik yang menyusun bentuk fisik dari sebuah sistem komputer. Pada jaman modern saat ini, hampir semua komputer mengadopsi arsitektur yang dibuat oleh John von Neumann (1903-1957). Secara sederhana Arsitektur sebuah komputer terdiri dari :
1.Inputdevice
2.Output device
3.I/Oports
4.Central processingunit (CPU)
5.Memori
6.Databus
7.Addresbus
8.Control bus
Arsitektur komputer mempelajari atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer dan memiliki dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program, contoh : setinstruksi, jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan bermacam-macam jenis data (misal bilangan, karakter), aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O Fungsi dasar sistem komputer adalah sederhana, prinsipnya terdapat empat buah fungsi operasi, yaitu :
·         Fungsi Operasi Pengolahan Data
·         Fungsi Operasi Penyimpanan Data
·         Fungsi Operasi Pemindahan Data
·         Fungsi Operasi Kontrol



DAFTAR PUSTAKA
            Alamsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta : PT.                                          Gramedia
Gaol, J.L. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta : PT Gramedia
Jogiyanto. (2005). Analisis dan desain sistem informasi.Yogyakarta                                    Penerbit Andi
Poerwadarminta, W.J.S. (2003). Kamus umum bahasa indonesia. Jakarta:   Balai Pustaka
Pustaka Utama Bodnar, G. H., & Hopwood, W. S. (2000). Sistem informasi akutansi, terjemahan Amir Abadi Jusuf, Rudi M.    Tambunan. Jakarta Salemba Empat
Solso, Robert L., Maclin, Otto H., Maclin, M. Kimberlyn. (2008).   Psikologi kognitif. Jakarta: Erlangga
Sutabri, T. (2012). Analisis sistem informasi. Yogyakarta : Penerbit Andi




Minggu, 09 Juli 2017

Tugas Analisis dari Tugas Kelompok yang Sebelumnya - Psikoterapi

NAMA : Astri Kartikasari
NPM : 11514757
KELAS : 3PA11


Analisis Tugas Kelompok (Kelompok 1)               :

                PENDEKATAN GESTALT
Permainan Dialog
Sejarah Pendekatan Gestalt
            Frederick S (“Fritz”) Perls (1893-1970) pencetus utama dan pengembang teori Gestalt/ Lahir di Berlin dari keluarga Yahudi kelas menengah bawah. Setelah perang, Pearls bekerja bersama Kurt Goldstein pada institute Goldstein untuk kerusakan otak tentara di Frankfurt dari sinilah ia melihat pentingnya manusia dipandang sebagai satu keseluruhan buka dari sejumlah fungsi bagian-bagiannya. Kemudia ia pindah ke Wina dan memulai latihan psikoanalisisnya. Perl di analisis oleh Wilhelm Reich, ahli psikoanalisis yang menokohi metode-metode pemahanan dan perubahan kepribadian melalui terapi tubuh. Dia juga di awasi oleh sejumlah tokoh pergerakan psikoanalisis termasuk Karen Horney.
            Setelah itu, Perls pindah ke Amerika pada tahun 1946 dan mendirikan Institut Terapi Gestalt New York pada tahun 1952. Bahkan dia tinggal di Big Sur, California, dan memberi workshop dan seminar di Institut Esalen, menata reputasinya sebagai seorang inovator psikoterapi. Disini ia memiliki pengaruh besar pada masyarakat, sebagian karena profesionalisme menulisnya, dan sebagian besar karena hubungan pribadinya dalam workshopnya. Secara pribadi, Perls adalah orang penting dan membingungkan. Masyarakat menyeganinya atau kadangkala menganggapnya sebagai orang yang kejam.
            Laura Posner Perls (1905-1990) lahir di Pforzhein, German. Dia mulai main piano semenjak usia 5 tahun dan mampu memainkannya secara profesional pada usia 18 tahun. Sejak usia 8 tahun dia mengikuti tarian modern yang kemudian menjadi bagian penting dalam hidupnya. Dari sana Laura mulai praktek sebagai psikoanalis, dia mempersiapkan karirnya sebagai pemain piano, masuk sekolah Hukum, mendapat title di Psikologi Gestalt, dan mendirikan studi Filsafat Gestalt. Jelasnya Laura memiliki latar belakang yang kaya ketika bertemu dengan Fritz tahun 1926 dan memulai kerja-samanya yang menghasilkan terapi Gestalt, Laura dan Fritz menikah pada tahun 1930. Mereka mendirikan institut New York untuk Terapi Gestalt dan membuat pelatihan dalam pendekatannya. Sebagai tim mereka memberikan kontribusi bagi perkembangan dan mempertahankan pergerakan terapi Gestalt di Amerika dari akhir tahun 1940an sampai kematiannya tahun 1990.
            Teori Gestalt merupakan sebuah pendekatan fenomenologis-eksistensial berdasarkan premis bahwa setiap individu harus memahami konteks hubungannya dengan lingkungannya. Tujuan awalnya adalah bagi klien untuk memperoleh kesadaran, akan pengalaman dan bagaimana mereka mengalaminya. Dengan kesadaran ini, perubahan secara otomatis terjadi. Pendekatannya bersifat fenomenologis karena terfokus pada persepsi klien akan realitas dan bersifat eksistensial karena berdasarkan dugaan bahwa manusia selalu dalam proses menjadi dan mencari diri sendiri. Sebagai pendekatan eksistensial, terapi Gestalt memberikan perhatian khusus pada eksistensi sebagai individu yang mengalaminya dan menegaskan kapasitas pertumbuhan dan penyembuhan melalui hubungan interpersonal dan wawasan (Yontef, 1995).
Definisi Permainan Dialog
            Permainan dialog merupakan salah satu teknik dalam pendekatan Gestalt yang bertujuan untuk mengarahkan diri client pada suatu posisi dimana client dapat berani mengambil resiko dalam situasi yang saling bertentangan, misalnya kecenderungan orangtua lawan kecenderungan anak; kecenderungan bertanggung jawab lawan kecenderungan masa bodoh; kecenderungan ”anak baik” lawan kecenderungan “anak bodoh”; dan kecenderungan otonom lawan kecenderungan tergantung.
Tahap Pelaksanaan Permainan Dialog
             Teknik ini dilakukan dengan cara klien dikondisikan untuk mendialogkan dua kecenderungan yang saling bertentangan yaitu, kecenderungan top dog (adil, menuntut, dan berlaku sebagai majikan) dan under dog (korban, bersikap tidak berdaya, membela diri, dan tak berkuasa). Disini ada permainan kursi kosong, yaitu klien diharapkan bermain dialog dengan memerankan top dog maupun under dog sehingga klien dapat merasakan keduanya dan dapat melihat sudut pandang dari keduanya.
Kelebihan dan Kekurangan Permainan Dialog
1. Kelebihan Permainan Dialog
a. Terapi Gestalt menangani masa lampau dengan membawa aspek-aspek masa lampau yang relevan ke saat sekarang.
b.Terapi Gestalt memberikan perhatian terhadap pesan-pesan nonverbal dan pesan-pesan tubuh.
c.  Terapi Gestalt menolak mengakui ketidak berdayaan sebagai alasan untuk tidak berubah.
d.    Terapi Gestalt meletakkan penekanan pada klien untuk menemukan makna dan penafsiran-penafsiran sendiri.
e.  Terapi Gestalt menggairahkan hubungan dan mengungkapkan perasaan langsung menghindari intelektualisasi abstrak tentang masalah klien.
2. Kekurangan Permainan Dialog              
a.    Terapi Gestalt tidak berlandaskan pada suatu teori yang kukuhTerapi Gestalt cenderung antiintelektual dalam arti kurang memperhitungkan faktor-faktor kognitif
b.   Terapi Gestalt menekankan tanggung jawab atas diri kita sendiri, tetapi mengabaikan tanggung jawab kita kepada orang lain
c.    Terdapat bahaya yang nyata bahwa terapis yang menguasai teknik-teknik Gestalt akan menggunakannya secara mekanis sehingga terapis sebagai pribadi tetap tersembunyi.
d.   Para klien sering bereaksi negatif terhadap sejumlah teknik Gestalt karena merasa dianggap tolol. Sudah sepantasnya terapis berpijak pada kerangaka yang layak agar tidak tampak hanya sebagai muslihat-muslihat.

PENDEKATAN PSIKOANALISIS
Emotion Reeducational
Definisi Emotion Reeducational
            Emotion Reeducational adalah salah satu teknik dalam psikoanalisis yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam memperoleh insight mengenai penyebab perilakunya atau di kehidupan sehari-hari.
Tahap Pelaksanaan Emotion Reeducational
  1. Wawancara awal
  2. Developing of transference, yaitu melakukan diskusi mengenai dorongan atau konflik tidak disadari dari masa lalu terhadap significant other
  3. Working through, yaitu merealisasikan hal-hal yang diperoleh dalam tahap insight
  4. Resolution of transference, yaitu jika pasien dan terapis merasa puas dengan tujuan utama yang telah tercapai, maka pasien akan mendapatkan kehidupan yang baru
Kelebihan dan Kekurangan Emotion Reeducational
1. Kelebihan Emotion Reeducational
a.     Freud membuat jelas bahwa manusia sering berpikir dan berperilaku dengan dorongan yang tidak mereka akui
b.   Freud berani dan tanggap melakukan observasi yang membuahkan teori kepribadian pertama dan teknik psikoterapi pertama yang efektif
c.     Freud mengidentifikasi pengaruh dini bentuk perkembangan kepribadian yang berimplikasi pada perkembangan anak
d.   Freud mengembangkan model wawancara sebagai konseling
e.     Psikoanalisis adalah sebuah sistem yang memiliki kesesuaian yang tinggi antara teori dan teknik
f.     Teori psikoanalisis dalam menjelaskan kepribadian manusia secara komprehensif dan kompleks
2. Kekurangan Emotion Reeducational
a.     Freud menjelaskan bahwa perilaku seseorang hanya disebabkan oleh dorongan-dorongan seksual
b.   Istilah ego, id, dan superego; alam sadar dan alam bawah sadar; tahap oral dan tahap falik; analisis mimpi dan sebagainya tidak memiliki definisi operasional yang artinya istilah tersebut tidak dijabarkan dalam operasi atau perilaku yang spesifik. Peneliti harus menyusun sendiri definisi untuk sederetan istilah dalam psikoanalisis
           
PENDEKATAN KOGNITIF
Self-Instructional Therapy

Definisi Self-Instructional Therapy
                        Self-Instruction Training merupakan sebuah metodologi yang diadaptasi dari modifikasi konseling kognitif perilaku yang dikembangkan oleh Meichenbaum pada tahun 1977. Meichenbaum menduga bahwa beberapa perilaku ensitivee dipengaruhi oleh pikiran irasional yang menyebabkan verbalisasi diri yang tidak tepat (Baker & Butler, 1984).
                        Pendekatan self-instruction ini merupakan sebuah latihan untuk meningkatkan ensiti diri dengan   menggunakan verbalisasi  diri  sebagai rangsangan dan penguatan selama menjalani treatment (Blackwood, et al., dalam Tang, 2006). Self-instruction training adalah suatu teknik untuk membantu  klien terhadap apa yang konseli ensitiv kepada dirinya dan menggantikan pernyataan diri  yang  lebih adaptif  (Ilfiandra, 2008).
Tahap Pelaksanaan Self-Instruction Therapy
1.      Metode non direktif, yaitu dengan  memberikan  instruksi kepada konseli, kemudian konseli mencobanya secara berulang-ulang melalui aktivitas dan verbalisasi.
2.      Metode interaktif yang  dipasangkan  dengan  teknik  ensiti  diri  seperti monitoring diri, evaluasi diri, dan penguatan diri.
3.      Metode penerapan modeling, imitasi dan eksekusi, yaitu terapis mencontohkan, kemudian  konseli  menirukannya bersama terapis. Saat konseli dirasa mampu, maka konseli diinstruksikan untuk mengerjakannya sendiri
            Dalam menangani masalah akademik, teknik self-instruction yang digunakan adalah model  Meichenbaum &  Goodman  (Rokke &  Rehm  dalam Sugara, 2011) yang menyatakan bahwa terdapat tiga tahapan yang digunakan dalam teknik ini, yaitu:
  1. Tahap pertama, yaitu  pengumpulan  informasi yang berkaitan dengan konseptualisasi masalah yang dihadapi. Dalam tahapan ini konseli diharapkan lebih ensitive terhadap pikiran, perasaan, perbuatan, reaksi fisiologis dan pola reaksi terhadap orang lain dan lingkungan belajar.
  2. Tahapan kedua, yaitu melakukan  konseptualisasi  terhadap  masalah.  Pada tahapan  ini  konselor  merencanakan intervensi dalam konteks melakukan observasi terhadap masalah. Konselor mengidentifikasi pikiran dan perasaan yang irasional yang menyebabkan terjadinya masalah.
  3. Tahapan ketiga, yaitu melakukan perubahan langsung. Tahapan ini merupakan tahapan perubahan perilaku dengan menggunakan ungkapan diri.
      Teknik self-instruction yang digunakan dalam mereduksi stres akademik ini bertujuan untuk melakukan restrukturisasi sistem berpikir melalui perubahan verbalisasi  diri  yang  positif,  sehingga  melahirkan  perilaku  yang  lebih  adaptif. Adapun prosedur dalam melakukan teknik self-instruction untuk mereduksi stres akademik  yang  disebutkan  oleh Meichenbaum  &  Goodman (Bryant  &  Budd, 1982) adalah sebagai berikut:
1.      Konselor menjadi model dengan memverbalisasikan langkah-langkah dalam self-instruction  dengan suara keras.
2.      Konseli melakukan  verbalisasi  seperti  yang  dicontohkan  oleh  konselor dengan suara keras.
3.      Konseli mengungkapkan verbalisasi diri dengan suara yang keras seperti apa yang konselor bisikkan kepadanya.
4.      Konseli mengungkapkan  verbalisasi  diri  dengan suara berbisik  dengan melihat gerak bibir konselor yang memberikan isyarat kepadanya.
5.      Konseli melakukan tugasnya dengan hanya menggerakkan bibir dan tanpa suara.
6.      Konseli diminta  untuk  mengucapkan  kata-kata  untuk  dirinya  sendiri  saat melakukan teknik ini.
            Self-instruction therapy  dimaksudkan sebagai strategi pemecahan masalah yang  dialami oleh anak.  Sesuai  dengan  pendapat  Meichenbaum  dan Asarnow bahwa seharusnya  mengajarkan anak untuk  tidak  berpikir “apa” melainkan“bagaimana” dalam melakukan  sesuatu, serta untuk memfasilitasi prosedur  mediasi  kognitif  dalam  memecahkan permasalahan  anak  (Bryant  & Budd, 1982).
Kelebihan dan Kekurangan dalam Self-Instruction Therapy
1. Kelebihan Self-Instruction Therapy
  1. Dapat mengukur kemampuan interpersonal dan kemampuan sosial seseorang
  2. Membangun keterampilan sosial seseorang
  3. Keterampilan berkomunikasi atau bersosialisasi
  4. Pelatihan ketegasan
  5. Keterampilan meningkatkan hubungan
  6. Pelatihan resolusi konflik dan manajemenagresi
  7. Tidak berfokus pada satu sisi saja (tidak hanya perilaku) tetapi juga dalam kognitif seseorang
2. Kekurangan Self-Instruction Therapy
  1. Hanya mengukur dan mengatahui kondisi pada saat itu, selain itu membutuhan waktu yang relatif lama.